SEJARAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KHUSUS UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

        Sejalan dengan perkembangan kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi hak pendidikan bagi semua anak usia sekolah tanpa kecuali (wajib belajar) perkembangan jumlah peserta didik dan jumlah SLB di Indonesia pada dekade tahun 1980-an semakin pesat. Telah mengakibatkan kebutuhan tenaga kependidikan luar biasa diseluruh Indonesia khususnya di Jawa Timur, baik secara kuantitas maupun kualitas juga semakin mendesak untuk dipenuhi.

Atas dasar perkembangan tersebut Berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia dan khususnya di Jawa Timur, termasuk IKIP PGRI Surabaya mengusulkan ijin membuka Jurusan PLB. IKIP PGRI Surabaya diijinkan membuka Jurusan PLB dengan SK status operasional Terdaftar No. 0512/ O/1987. Dengan status operasional tersebut IKIP PGRI Surabaya, sejak tahun 1987 s/d 1998 menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Timur dan PTS kedua setelah UNINUS Bandung di Indonesia yang memiliki Jurusan PLB, dengan tujuan untuk menghasilkan: guru dan tenaga kependidikan di lembaga pendidikan, tenaga pelayanan/penanganan anak berkebutuhan khusus di lembaga non pendidikan yang berkaitan dengan pelayanan dan penanganan anak luar biasa. Alumni Jurusan PLB FIP IKIP PGRI Surabaya kurang lebih 900 orang, saat ini, tersebar di seluruh Kabupaten Propinsi Jawa Timur dan di Denpasar. Atas dasar persetujuan Kopertis Wilayah VII Kurikulum dan ujian negara Jurusan PLB FIP IKIP PGRI Surabaya pada saat itu (1987-1998) berafiliasi ke Jurusan PLB FIP IKIP Bandung. Ujian negara dan penguji ujian negaranya diujikan oleh dosen-dosen penguji dari jurusan PLB FIP IKIP Bandung, yang dikendalikan antara pihak IKIP PGRI Surabaya, Ketua Jurusan PLB FIP IKIP Bandung, dan Kopertis Wilayah VII.

Proses pengembangan IKIP PGRI Surabaya menjadi Universitas, mencapai puncak pada tahun 1998 dengan munculnya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA Surabaya), menyebabkan Jurusan PLB FIP IKIP PGRI Surabaya tersebut ditutup (di phassing OUT). IKIP PGRI Surabaya saat itu (tahun 1998) memiliki 5 Fakultas dan 21 Jurusan. Sebagai Universitas baru UNIPA Surabaya hanya boleh membuka fakultas dan jurusan sesuai persyaratan perguruan tinggi baru saat itu, yakni hanya boleh terdiri dari paling banyak 5 Fakultas (2 IPS dan 3 eksakta), dan masing-masing fakultas hanya boleh terdiri dari paling banyak 5 Jurusan/program studi. Pada akhirnya program studi Pendidikan ditutup dengan SK No. 47/D/O/1998 pada tahun 1998. Kemudian Pada tahun 2015 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mengajukan kembali Program Studi Pendidikan Khusus, yang kemudian disetujui dengan SK Pendirian 392/KPT/1/2016

SK IJIN OPERASIONAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KHUSUS

Dosen program studi Pendidikan Khusus
Dosen program studi Pendidikan Khusus